News Ticker
  • Program Beasiswa ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), Berani Bermimpi dan Gigih Menjemput Masa Depan 
  • Peringati Hari Bhayangkara, SKK Migas dan EMCL Olahraga Bersama Polres Bojonegoro
  • Hari Keenam Porprov Jatim, Kontingen Bojonegoro Tambah 2 Emas, 2 Perak, dan 2 Perunggu
  • Hari Kelima Porprov Jatim, Kontingen Bojonegoro Tambah 1 Emas, 1 Perak, dan 2 Perunggu
  • Porprov Jatim 2022, Kontingen Bojonegoro Raih 2 Emas dan 2 Perunggu dari Atletik
  • Sepak Takraw Beregu Putri Bojonegoro Raih Medali Perunggu Porprov Jatim 2022
  • Atlet Sepatu Roda Bojonegoro Raih Satu Medali Perak Porprov Jatim 2022
  • Hari Ketiga Porprov Jatim 2022, Kontingen Bojonegoro Tambah 3 Medali Perunggu
  • Pecatur Bojonegoro Raih Satu Medali Perak di Ajang Porprov Jatim 2022
  • Atlet Judo Bojonegoro Sumbang Satu Medali Perak dan Dua Perunggu di Porprov Jatim 2022
  • Hari Kedua Porprov Jatim 2022, Bojonegoro Duduki Peringkat 7 dalam Perolehan Medali Sementara
  • Di Luar Dugaan, Atlet Taekwondo Bojonegoro Raih Satu Medali Perak di Porprov Jatim 2022
  • Porprov Jatim 2022, Atlet Angkat Besi Bojonegoro Sumbang 7 Emas, 5 Perak, dan 7 Perunggu
  • Wagub Jateng dan Bupati Blora Launching Vaksinasi PMK di Desa Jepangrejo
  • Cabor Esports Bojonegoro Raih Satu Perunggu dalam Pertandingan Ekshibisi Porprov Jatim 2022
  • Hari Pertama Porprov Jatim, Kontingen Bojonegoro Sementara Aman di Posisi 10 Besar
  • Hari Pertama Porprov Jatim, Atlet Angkat Besi Bojonegoro Borong 4 Medali Emas
  • EMCL Raih Penghargaan CSR & Pengembangan Desa Berkelanjutan Awards 2022
  • Usai Anaknya Tewas Tertembak di Tuban, Suasana Duka Masih Selimuti Keluarga Buya Arrazy
  • 753 PPPK Guru Terima SK Pengangkatan dari Bupati Blora
  • Keluarga Dai Kondang Buya Arrazy Mengikhlaskan Anaknya yang Tewas Tertembak di Palang, Tuban
  • Inilah Kronologi Tewasnya Anak Dai Kondang Buya Arrazy di Palang, Tuban
  • Anak Dai Kondang Buya Arrazy Tewas Tertembak di Palang, Tuban
  • Berikut Ini Data Korban Kebakaran di Pasar Bungkal, Desa Sidobandung, Bojonegoro

Bupati Apresiasi 2 Mahasiswi, Anak Petani Blora yang Lulus dengan Predikat Cum Laude

Blora - Dua mahasiswa yang berasal dari pelosok desa di Kabupaten Blora ini mencuri perhatian masyarakat luas, lantaran lulus dengan predikat terbaik (cum laude) dari kampus Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus.
 
 
Kedua mahasiswa tersebut masing-masing Endang Susanti, gadis asal Desa Sempu, Kecamatan Kunduran, Kabupaten Blora, mahasiswi Program Studi Pemikiran Politik Islam yang meraih indeks prestasi kumulatif (IPK) 3,89, dan Siti Rohwati, asal Desa Kepoh Kecamatan Jati, Kabupaten Blora, mahasiswi Program Studi Pengembangan Islam yang mendapat indeks prestasi kumulatif (IPK) 3,83.
 
Selain mencuri perhatian masyarakat luas, prestasi dua gadis dari plosok desa ini juga menarik perhatian Bupati Blora H Arief Rohman, yang mengundang keduanya ke Pendopo Rumah Dinas Bupati. Kamis (19/05/2022), untuk berbagi cerita pengalaman dalam perjalanan keberhasilannya menjadi mahasiswa terbaik dari kampus IAIN Kudus.
 
 
 
 
Endang Susanti saat bercerita mengaku tak menyangka namanya dipanggil sebagai wisudawan terbaik dalam wisuda periode ke-31 Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus pada Sabtu (14/5/2022) lalu, lantaran berhasil memperoleh predikat cum laude dalam Program Studi Pemikiran Politik Islam dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) 3,89.
 
Dengan keterbatasan ekonomi yang dialami, semangat kerja keras Santi berhasil membahagiakan kepada kedua orangtuanya. Sambutan haru mewarnai setiap langkah Endang Susanti.
 
“Alhamdulillah, senang sekali bias membahagiakan orang tua, meski dari anak petani, tidak menyurutkan niat untuk memberikan yang terbaik kepada keluarga, saya juga tidak menyangka bisa diundang pak bupati ke Rumah Dinas Bupati, ini tentu suatu kehormatan bagi kami berdua,” ucapnya.
 
Menurutnya, perjuangan untuk sampai saat ini pun ia ceritakan tak begitu mudah. Sejak kuliah pada 2018, setiap sepekan sekali Santi harus pulang ke rumah untuk membantu orang tuanya di rumah.
 
“Saya memilih di Kudus karena saat kuliah sering balik rumah untuk membantu orangtua. Karena jarak Kudus dan Blora kebetulan juga jaraknya tidak terlalu jauh," kata Santi.
 
 
Untuk menghasilkan IPK 3,89, ia lewati dengan ekstra belajar. Pasalnya Santi merupakan mahasiswa yang menjalani proses perkuliahan secara daring atau online. Kondisi Desa Sempu yang berada di ujung selatan Kabupaten Blora itu tidak didukung dengan akses internet yang bagus. Meski begitu, beragam prestasi berhasil ia dapatkan. Puncaknya, ia dapatkan beasiswa dari Bank Indonesia.
 
“Setiap perkuliahan daring aku ya naik perbukitan dulu. Soalnya, di rumah sana itu sulit akses internetnya. Setiap kerjakan tugas ada kuliah online ya naik ke bukit dulu, dengan dibantu bapak untuk mengantar mencari sinyal yang bagus," ujarnya.
 
Dalam proses perkuliahan, saat menulis skripsi yang ia tulis dengan tema kepemimpinan perempuan dengan lokus kajian kepemimpinan Wakil Bupati Blora Tri Yuli Setyowati.
 
Menjadi lulusan terbaik Program Studi Pemikiran Politik Islam, Santi bercita-cita menjadi seorang politikus.
 
"Untuk di tingkat nasional saya mengidolakan Bu Risma. Menurut saya Bu Risma adalah sosok pemimpin perempuan yang tegas. Semoga kelak saya bisa bertemu dengan beliau, ucapnya.
 
 
 
 
Cerita mengharukan juga datang dari kisah perjalanan Siti Rohwati, lulusan dengan predikat cum laude dalam Program Studi Pengembangan Islam dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) 3,83.
 
Siti bercerita sejak kecil  dirinya harus berjuang untuk mendapatkan ilmu. Anak seorang buruh tani ini harus berjuang keras bahkan waktu masih SD, saat musim hujan orangtuannya harus mengendongnya menuju sekolahan lantaran kondisi jalan yang rusak.
 
“Orang tua buruh tani, lahan sawah waktu itu juga tidak punya,waktu itu beli sepatupun susah namun saya terus berjuang dan selalu berusaha memberikan yang terbaik,” katanya.
 
Saat SD, Siti mengaku dirinya ingin mondok. Dirinya terus meyakinkan orangtua, hingga akhirnya orang tua punya sapi satu rela dijual untuk mondok, namun saat di pondok, yang kurang mampu banyak yang mendapat beasiswa.
 
“Saat sudah di pondok, Alhamdulillah rezeki orang tua ngalir, usai SMP hingga mau lanjut ke SMA akhirnya memutuskan untuk mondok lagi,” tuturnya mengimbuhkan.
 
 
Saat memasuki masa kuliah, ia ditanya orang tuanya, apakah mau kuliah atau tidak. Ia menjawab ingin meneruskan ke jenjang lebih tinggi.
 
“Dari situ saya sugguh-sungguh dan membuat bapak ibu semangat, bahkan saat mengikuti tes selama tiga hari diantar sama bapak motoran dari rumah untuk mengikuti tes, ditiga tempat yaitu di IAIN Walisongo Kudus, IAIN walisongo Salatiga,UIN Walisongo Semarang, dari tiga itu dua diantaranya diterima, namun akhirnya setelah Tanya orang tua dipilihlah IAIN Kudus,” ucapnya saat bercerita.
 
Tak sampai di situ, saat memasuki kuliah, perjuangannya untuk memberikan yang terbaik kedua orang tua terus ia lakukan,bahkan diawal masuk kuliah mulai semester satu sampai dengan semester dua, ia harus berhemat lantaran terhambat untuk uang saku.
 
“Saat awal ibu jualan nasi jagung keliling desa. Dari doa orang tua dan kerja keras Alhamdulillah di semester tiga mendapatkan beasiswa,” tuturnya.
 
Siti juga berharapan untuk anak-anak Desa jika mempunyai keinginan bisa sungguh sungguh, dan terus berusaha hingga cita cita itu tercapai.
 
"Saya ingin menjadi motivasi generasi muda utamanya di Desa Kepoh, karena di sana pendidikannya masih minim. Mereka harus tahu pentingnya sebuah pendidikan terlebih untuk seorang perempuan, tidak hanya di rumah saja, namun bisa lebih memanfaatkan potensinya,” tuturnya berharap.
 
 
Mendengar cerita dua mahasiswa berprestasi itu, Bupati H Arief Rohman mengapresiasi kegigiah dan kesungguhan dua mahasiswa yang berasal dari pelosok desa namun tetap berprestasi ini.
 
“Mbak Sinta ini rumahnya Sempu, ia harus mencari sinyal juga saat belajar dan ini perjuangan juga. Selain itu Siti ini orang tuanya buruh tani, desanya di tengah hutan, dari Desa Kepoh, kita terharu sekali, sejak kecil mau berjuang. Ini tentu menjadi inspirasi bagi kita semua, bagi adik-adik yang masih belajar untuk terus bersungguh-sungguh dalam menimba ilmu,” ucap Bupati Arief Rohman.
 
Bupati mendorong untuk anak-anak SMA bisa berprestasi seperti ini, sehingga ketika nanti akan bantu dalam mencarikan besiswa.
 
“Untuk saat ini kami akan bantu mencarikan beasiswa untuk keduannya, namun sambil jalan keduanya nanti kami minta untuk magang di Pemkab Blora membantu kami,” tuturnya.
 
Menurut Bupati, semakin banyak anak Blora yang berprestasi, tentunya nanti juga akan berimbas untuk menurun kemiskinan yang ada di Blora.
 
“Jika SDM ini semakin banyak yang berprestasi tentu akan jadi investasi masa depan. Kita juga ingin mengumpulkan seluruh Kepala Sekolah SMA dan SMK, baik negeri maupun swasta, di mana yang anak-anak rangking 1-3 bisa didata." tutur Bupati.
 
 
Bupati mengungkapkan bahwa dirinya ingin tahu, apakah anak-anak tersebut ingin melanjutkan kuliah atau tidak. Dirinya berharap anak-anak tersebut jangan sampai putus sekolah
 
“Jika tidak, anak-anak kita modali bagi yang tidak mampu secara ekonomi, jadi kita serius dalam persoalan ini dan nanti Pemkab akan bantu,” tuturnya mengimbuhkan.
 
Terkait kedua mahasiswa yang baru lulus dan berprestasi ini, Bupati mengaku nantinya akan membantu mencarikan jalan beasiswa agar mereka nantinya bisa melanjutkan kuliah lagi.
 
“Sambil mencari-cari, nanti kami minta mereka ini untuk menguasal tofel-nya. Kami harap nanti mereka bisa dapat beasiswa di PTN atau PTS terbaik, tidak hanya di Indonesia tapi kalau bisa di luar negeri, sehingga bisa menjadikan semangat yang lain, bahwa dari desa bisa kuliah di luar negeri,” tutur Bupati. (teg/imm)
 
 
Reporter: Priyo SPd
Editor: Imam Nurcahyo
Publisher: Imam Nurcahyo
 
Exxon Mobil untuk BeritaBlora.com
Berita Terkait

Videotorial

Road to IDC AMSI 2021 Siap Digelar di 8 Wilayah

Video

Road to IDC AMSI 2021 Siap Digelar di 8 Wilayah

Road to Indonesia Digital Conference (IDC) yang diselenggarakan Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) siap digelar pekan depan di delapan provinsi ...

Opini

Mengenal Bimbingan dan Konseling di Sekolah

Opini

Mengenal Bimbingan dan Konseling di Sekolah

BANYAK orang yang masih belum begitu mengenal apa sesungguhnya bimbingan dan konseling (BK) di sekolah. Bimbingan dan konseling (BK) di ...

Sosok

Modal Nekat, Polisi di Blora Ini Buka Sekolah Ngaji, Kini Miliki 60 Santri

Sosok

Modal Nekat, Polisi di Blora Ini Buka Sekolah Ngaji, Kini Miliki 60 Santri

Blora - Sosok Aipda Adi Tri Sukmoro, yang sehari harinya menjabat sebagai Kepala Jaga (Ka Jaga) Satuan Samapta Polres Blora, ...

Infotorial

Swiwings Indonesia, Buka Cabang di Kota Bojonegoro

Swiwings Indonesia, Buka Cabang di Kota Bojonegoro

Bojonegoro - Swiwings Indonesia, salah satu bisnis waralaba yang telah memiliki cabang di sejumlah kota di Pulau Jawa, kini membuka ...

Wisata

Desa Bangsri, Blora Luncurkan Agrowisata Petik Buah Semangka

Desa Bangsri, Blora Luncurkan Agrowisata Petik Buah Semangka

Blora- Inovasi-inovasi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Maju Mapan Desa Bangsri, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora untuk menyejahterakan masyarakat patut diacungi ...

1656847615.7215 at start, 1656847615.7362 at end, 0.014758110046387 sec elapsed